Postingan

Detik-detik Kepergian Sekaligus Pembukaan Kembali

Gambar
Diatas adalah foto detik-detik kepulanganku. Kalian tahu, pekerjaan itu sangat melelahkan! Bahkan saat kita pernah punya ingin untuk sejenak saja bermain. Keluar kostan, menyalakan mesin motor, jalan bersama, hingga nongkrong disuatu tempat yang kita harapkan dapat sedikit melupakan lelah, serta berbelitnya pikiran. Nyatanya? Nol 'kan? Itu, itu mengapa aku beri persentase enam puluh pada bahagia saat aku tak lagi sebagai pekerja. Dan empat puluhnya aku simpan sebagai rasa sesal yang teramat dalam. Bukan, bukan karena hilangnya akan suatu pekerjaan. Namun, hilangnya rasa bahagia akibat aku tak lagi bisa senda gurau bersama kalian. Inilah kehidupan. Yang sering orang ucapkan, atau sekedar sebuah tulisan tentang setiap pertemuan, selalu ada perpisahan itu adalah benar-benar yang aku rasakan saat ini. Mungkin bukan sekali, ini yang kedua setelah perginya sang ibunda. Hmmmmmmh Saat ini kembali bisa aku selesaikan metode pelatihan mengenal beberapa bahasa program yang sempat kujeda. Kem...

Menerjemahkan Pagi Untuk Coretan Pribadi

Gambar
Dipagi itu seperti biasa, ponselku cerewet. banyak notifikasi media sana-sini, tanpa ada suara pesan atau messenger dari seseorang yang kuharapkan. Ada! Notifikasi BBMku nyala. Ada satu Message disana, tapi bukan dari perempuan, melainkan teman yang sedang butuh bantuan. Oh My God! Aktivitasku terbangun jam tujuh seperti sudah kebiasaan, meski dengan apa yang agamaku ajarkan "aku seharusnya terbangun subuh". rasanya sulit, jika pekerjaan yang sedang aku jalani saat ini masih terus selesai pada waktu dini hari. Bukan tanpa alasan, di usiaku yang terbilang masih muda, aku terbiasa tidur pada jam tiga. Memang, waktu mulai jam kerjaku masih cukup lama dari bangunku setiap harinya. masih tersisa lima jam. Dengan waktu panjang seperti ini, seperti biasa, sebelum ngopi dan nongkrong di depan kostan melihat orang-orang berjalan ditarik kesibukan, aku kekamar mandi. Ekhmm! jangan pikir macam-macam, aku hanya gosok gigi. Kostan tempatku melepas mimpi memiliki tiga lantai. Kebetulan, t...

Tak Harus Selamanya Bersendu - Nada Patah Hati

Gambar
Selamat siang para pembaca spesial. Kabar harimu kini tak perlu kau kabari padaku. Bagikan juga sedikit ceritamu setelah cerita apa yang akan kau ketahui dariku. Tentang cinta. Mencintai adalah suatu proses nyata dari pikiran yang akan menuju dewasa. Memang tak secara instan. Butuh proses lama untuk benar-benar menanggapi cinta yang sebenarnya (jangan kamu tanyakan seperti apa cinta yang sebenarnya). Banyak dari kita tentu pernah benar-benar mencinta, dan selalu berakhir dengan kecewa . April pada 2013 lalu, adalah hari dimana hatiku benar-benar mencintai sosok wanita. Dia terlihat cantik, memiliki paras bernada yang membuat degup jantungku berirama. Lama menjalin cerita cinta dengannya, rasa sayang yang sebatas biasa berubah menjadi luar biasa. Aku semakin jauh mengenal sosok dirinya yang membuatku tak ingin kehilangan dirinya. Hari-hari spesial meski aku dengannya hanya bercerita via suara. Setiap pagi, siang, hingga malam, nada ponselku tak berhenti memberi sinyal pesan. Ya! Long D...

Garis Antologi - puisi pada sang mantan kekasih

Gambar
Garis Antologi Garis Antologi bisa disebut sebagai puisi dalam melodi. Menerangkan tentang bagaimana hati ketika terkhianati. Ditulis, dikarang, sekaligus dibacakan oleh Rizky Imanul dengan penuh perasaan. Tercipta akibat pengarang yang pernah mencinta dan berakhir dengan rasa kecewa pada seorang wanita yang pernah singgah lama dihatinya. Garis Antologi telah disebar kebeberapa media (terutama akun Facebook Rizky Imanul). Berikut puisinya. Garis Antologi (puisi pada sang mantan kekasih) Sebelum hadir sebuah rasa, pastikan itu cinta, dan jangan pernah kau anggap biasa. Jatuh cinta memang sederhana. Tapi selalu terlukis perdebatan disetiap jalan cerita. Selalu ada luka yang mengundang air mata. Meski bersusah payah telah menjaga, tetap saja, waktu akan mengubahnya karena kisah yang terlalu lama dibalut drama. Terutama warna saat kita pernah bersama. Sejak aku mengenalmu, sejak aku pertama mengagumimu. Kau! Kau adalah cinta yang pertama kusambut dengan suka. Cinta yang pertama kuizink...