Menerjemahkan Pagi Untuk Coretan Pribadi



Dipagi itu seperti biasa, ponselku cerewet. banyak notifikasi media sana-sini, tanpa ada suara pesan atau messenger dari seseorang yang kuharapkan. Ada! Notifikasi BBMku nyala. Ada satu Message disana, tapi bukan dari perempuan, melainkan teman yang sedang butuh bantuan. Oh My God! Aktivitasku terbangun jam tujuh seperti sudah kebiasaan, meski dengan apa yang agamaku ajarkan "aku seharusnya terbangun subuh". rasanya sulit, jika pekerjaan yang sedang aku jalani saat ini masih terus selesai pada waktu dini hari. Bukan tanpa alasan, di usiaku yang terbilang masih muda, aku terbiasa tidur pada jam tiga.

Memang, waktu mulai jam kerjaku masih cukup lama dari bangunku setiap harinya. masih tersisa lima jam. Dengan waktu panjang seperti ini, seperti biasa, sebelum ngopi dan nongkrong di depan kostan melihat orang-orang berjalan ditarik kesibukan, aku kekamar mandi. Ekhmm! jangan pikir macam-macam, aku hanya gosok gigi.

Kostan tempatku melepas mimpi memiliki tiga lantai. Kebetulan, tempatku dilantai akhir. bagiku menyenangkan karena diatas sini aku bisa memperhatikan si wanita Indomaret yang terkadang hanya memberi senyum saat ku sapa "kok jalan kaki? Gak ada yang jemput?". Diatas sini, aku kadang memperhatikannya berjalan sendiri. Perempuan itu asli Klaten, wajah cantik yang permanen. Oh Tuhan, bagaimana aku punya cukup waktu untuk berkenalan lebih jauh dengannya? Agnia!

Ya, aku hanya memperhatikannya dari atas kostku tanpa memanggilnya. Bukan karena tak percaya diri, selain cara itu kuno, itu bisa menyebabkan teman kostku bangun dari tidurnya. Haha, tentu, aku gak sendiri disini. Sebagai pria yang tak ingin ditenggelamkan kalah akibat lelah, perjuangan ini akan aku tempuh sampai mimpi dapat kuwujudkan dengan indah. Halo para pekerja keras di Ibukota, selelah apa kerjamu jika dibandingkan denganku yang selalu selesai selepas tengah malam. Bertahanlah! meski terkadang kita sendiri berfikir "ini tak sesuai dengan harapan." lantas, poin pikir apa yang selama kamu menganggur ingin dapat pekerjaan?



Rizky Imanul
Johar Baru, 17 April 2017
Jakarta Pusat

Komentar

  1. kost2annya khusus laki2 atau cewek, mas?

    BalasHapus
  2. Asyik lho di lantai atas lihat cewek lewat. Hehe

    BalasHapus
  3. Tidak ada perjuangan yang sia2 jika kita meniatkan perjuangan itu dg sungguh2.
    Semoga perjuangannya bukan hanya sekedar mimpi.

    Lho, kok? Aktivitasnya sama seperti saya, mas?
    Menjelang subuh aku juga baru bisa istirahat dari aktivitas kerja. Hehehe

    Kunjungan perdana, mas. Semoga kebersamaan kita terus terjalin.

    BalasHapus
  4. apa warga di ibukota memang kebanyakan jam segitu baru tidur ya mas

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Datang

Perempuan Yang Akhirnya Berhasil Mengambil Hatiku

Detik-detik Kepergian Sekaligus Pembukaan Kembali