Lanjut Bloging Atau Udahan


Halo! Haha balik lagi ya? Mengingat yang ini adalah postingan terakhir yang saya publikasikan sebelum akhirnya jeda dengan waktu yang sangat panjang. Namun perlu kamu tahu, bahwa saya sebenarnya masih sering memeriksa, dan memperbaiki segala kondisi tampilan blog saya ini. Meski hanya sekadar mampir tanpa ada niat berbagi kabar. Toh siapa yang mau bertamu? Haha. Mantan blogger wap yang kini buildernya mati ya seperti ini. Berharap-harap bernostalgia melakukan aktifitas blogwalking seperti apa yang sering saya lakukan disana (dulu).

Oke. Saya kembali. Bukan membahas mengenai isi hati, mengenai piknik yang telah saya lalui, atau tips yang tentu amatir saya bagi. Saya hanya akan berkabar disini, daripada judul artikel yang saya tulis.

Lanjut Bloging, Atau Udahan
Jawabannya adalah, saya akan tetap blogging. Haha, walau definisi dari blogging itu sendiri masih belum saya pahami. Atau lebih tepatnya, saya tidak memahami betul mengenai SEO Friendly, Keyword, atau perihal yang sering master-master blog lakukan.

Saya kembali dengan poin yang sama seperti apa yang biasa saya lakukan, atau bahas di blog pribadi saya ini. Terlebih sering saya menggoreskan mengenai hal-hal yang bersifat lebay mungkin ya. Ya contohnya tentang patah hati. Ah sudah lah.

Bicara tentang foto, atau Thumbnail pada artikel ini. Sebenarnya sangat tidak pada jalur yang sebenarnya. Foto itu saya ambil beberapa bulan kebelakang. Tepat setahun yang lalu (mungkin). Aktifitas yang sering saya lakukan memanglah sederhana, dan terkesan kuno (mungkin juga). Ya, seberapa bagian orang akan berfikir seperti itu. Bahwa di era globalisasi yang sekarang, para punggawa medsos lebih tertarik untuk mengunggah foto mereka berlatarkan kerlip lampu kota, dibandingkan belantara.

Membahas mengapa saya jeda untuk blogging, tidak terlepas dari kesibukan di dunia nyata tentunya. Tepat setelah sang pujaan hati yang dulu menghiasi hati pergi (tuh kan, bawaannya curhat mengenai hati lagi deh). Oke lupakan. Saya tidak lagi fokus di satu titik, yaitu menulis.

Yang saya lakukan pertama adalah tentu mengobati hati yang luka itu (hati lagi dong). Bodo amat, anggap saja sebagai perjalanan awal pembahasan ini agar tidak terlalu terburu-buru yang berakibat gagal paham oleh pembaca (toh siapa juga yang mau baca?) "Bodo amat si! Entar gue bagiin artikel ini biar ada yang baca."

Oke. Back to topic. 
Kamu tentunya tahu, obat haus adalah minum, dan obat lapar adalah makan. Dan tentunya, obat dari patah hati adalah pengganti. Nah, di titik sesulit waktu dulu itu, rupanya saya sangat kesusahan untuk mencari obatnya. Lalu saya berfikir ulang, "bagaimana caranya mengobati patah hati, sebelum dapat pengganti?" Susah pak, Asli. Tapi betulan ada obatnya, lho selain harus dengan pengganti. Apa? Nikmati. Nikmati aja, haha.

Cara itu memang tidak sesederhana yang diucapkan. Tapi sebagian orang (termasuk saya) berhasil menyembuhkan. Walau memang terbilang cukup lama, dulu pun, saya sembuh dengan jangka wakti hampir tiga tahun. Tiga tahun berhubungan (jarak jauh) tiga tahun pula bisa sembuh. Ko bisa? Ya seperti itu kalau cara main pacaran kamu pakai hati.

Tunggu tunggu. Ini artikel sebenarnya bahas apa si?

Tik tuk ? Tik tuk ? (Penulis bingung)

Sepertinya sudah menjadi dasar saya kalau sedang cerita-cerita, jalur yang di lalui tidak jauh dari perihal hati (hati lagi hati lagi) lagi lagi hati-hati.

Balik lagi. Lupakan itu. Jadi, dulu saya mengalihkan sosok si dia dengan cara jelajahi alam rimba. Menyelami cara dia bergerak, dan bersosialisasi. Mengenal lebih banyak keadaan yang terjadi di dalamnya. Banyak hal yang harus di perhatikan. Posisi ini, dulu waktu saya belum dapat pekerjaan.

Habis pada masa itu. Akhirnya saya beralih pada game. Ya, dua tahun saya fokus di permainan gadget hingga akhirnya lupa semua tentang dia. Bahkan lupa siapa diri saya sendiri. Yang dulu hobi melukis, bermain gitar, bermain sepak bola dilapangan bersama kawan, sekaligus berpetualang. Kawan mencibir status saya sebagai rimbaboy kala itu. Dan saya hanya bodo amat. Mereka mengajak saya untuk melakukan Napak Tilas, atau berkemah di puncak pegunungan. Saya menolak dengan alasan yang tidak masuk akal. Padahal sebelumnya, dengan kondisi krisis seperti apapun, saya selalu siap untuk menjelajah alam. Ya, saya pria petualang. Namun kondisi saat itu benar-benar telah mengubah saya. Mengubah kepribadian saya. Semua akibat permainan gadget itu. Namun di sisi lainnya pun, tentu saya berhasil sembuh dari kesedihan yang berlarut.

Saya terkontaminasi oleh permainan. Lupa dengan blog saya. Bahkan lupa dengan tujuan saya untuk menyelesaikan satu cerita misteri saya di Wattpad. Kamu tahu, cerita Napak Tilas yang saya tulis di Wattpad? Baca Napak Tilas. Cerita ini saya tulis tepat tiga bulan setelah saya tidak lagi berstatus pacaran dengan dia. Memang dulu saya belum memiliki akun di Wattpad, namun cerita ini telah saya buat jauh sebelum itu. Dan sampai sekarang, belum selesai juga. Haha.

Ya faktor utamanya untuk sekarang memang sedang sibuk bekerja. Haha. Alhamdulillah, saya sekarang bekerja sebagai operator produksi di salah satu perusahaan manukfatur di kabupaten Bekasi. Saya telah di kontrak sampai saat ini, meski baru menginjak enam bulan. Sebelum-sebelumnya, saya bekerja di kota Palembang selama satu tahun. Kisah-kisah atau curhatannya pernah saya tulis juga di blog ini. Kamu bisa baca ini, atau yang ini untuk tahu mengenai isi curahan di dalamnya.

Lalu melihat kondisi tentang blog atau para blogger untuk era jaman sekarang sepertinya memang sudah punah. Terlebih dalam kasus genting mengenai wabah corona atau covid-19 yang mengusung masyarakat untuk #dirumahsaja membuat orang-orang menikmatinya dengan cara menonton tayangan-tayangan Youtube.

Trend Youtube memang sudah melonjak dari saat saya vakum menulis akibat platform yang saya gunakan lenyap, seperti yang saya bahas di atas. Jadi, apakah saya akan tetap blogging, atau udahan? Jawabannya pun telah saya tulis di atas. Sebab untuk saat ini, saya telah normal kembali. Haha, normal kembali.

Maksudnya, saya sudah menghapus permainan-permainan gadget saya itu. Rupanya, ada bosannya juga. Haha. Dan saya berpikir untuk menjadi seorang pencerita kembali. Disini, atau di Fanspage saya pribadi. Bahkan kini, saya sepertinya dapat waktu luang untuk segera menyelesaikan cerita Napak Tilas saya. Haha.

Lalu bagaimana kamu?
Seseorang yang diam saja? Tertartik menulis seperti saya? Atau sebagai penikmat bacaan-bacaan saja? Semua kamu yang putuskan.

Oh ya. Kebetulan, hari ini saya masuk shift 2, jadi punya waktu untuk menulis kabar ini di blog yang lama terbengkalai. Alhamdulillah, semua sudah saya rapikan sejak tadi pagi. Kamu lihat 'kan, tampilan blog saya yang sekarang? Bagaimana? Haha. Terima kasih Mas Sugeng.

Bekasi, 6 April 2020
Rizky Imanul

Komentar

  1. Lanjuttt!! Mas kiki & bawa santai saja kaya aku..😊😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru mau posting cerita baru, eh rupanya ada tamu. Sapa dulu. Muehehehe

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Datang

Perempuan Yang Akhirnya Berhasil Mengambil Hatiku

Detik-detik Kepergian Sekaligus Pembukaan Kembali