Silakan


Silakan pergi jika memang kau merasa lebih baik tanpa aku di hidupmu. Silakan pergi jika itu membuatmu lebih tenang dari pada tuntutan yang kau inginkan tidak pernah sama sekali bisa aku sempurnakan. Silakan pergi dengan tujuan baru. Rencana baru, angan-angan baru. Janji-janji itu?

Maaf jika sejauh kita menulis cerita bersama, aku tidak pernah bisa selalu ada. Terkadang rindumu menggebu, dan aku abai dari hal itu.

Silakan cari, dan temukan sosok yang menurutmu terbaik dari hal apapun. Dari tentang cara mengingatkanmu untuk memperhatikan pola makan. Dari tentang cara mengingatkanmu agar jangan tidur larut malam. Dari yang selalu ada setiap kau butuhkan. Dari yang tidak pernah membentakmu. Dari yang tidak ingin membuatmu terluka. Dari segala bentuk apapun yang kau anggap sempurna.

Maaf jika dulu aku tidak nampak seperti itu. Walau sebenarnya aku telah bertarung hebat dengan upaya-upaya di dalamnya. Maaf sudah membuatmu patah. Maaf membuatmu kecewa. Maaf sudah membuat luka. Maaf telah membuat warna-warna itu pudar. Aku bisa, dan akan memperbaiki semuanya jika saat itu kau beri kesempatan. Tapi sayangnya yang salah di sana bukan perihal itu. Tetapi sebuah rasa yang tiba-tiba hilang, membuatmu tidak seperti dulu. Membuat cerita kita selama satu bulan sebelum berakhir menjadi hambar. Aku mempertanyakan, dan kau jawab secara terang-terangan.

Jika menurutmu kita berpisah dengan cara yang baik, aku tidak setuju. Sebab perpisahan yang baik itu tidak pernah ada. Perpisahan akan selalu menyakitkan. Meninggalkan kenangan, meninggalkan harapan-harapan yang pernah dibicarakan, meninggalkan tujuan yang sempat kita debatkan, lalu meninggalkan luka yang membekas, dan sulit hilang.

Yang kau lihat baik-baik saja hanya sebab adanya keikhlasan di sana. Dan kata orang-orang, ikhlas itupun tidak ada. Kata mereka kita hanya terpaksa, lalu terbiasa. Itu benar. Ternyata aku hanya terpaksa melepasmu, dan sampai saat ini masih membiasakan diri dengan itu. Membiasakan diri dengan tidak lagi mengabarimu sekecil apapun pembahasannya. Membiasakan diri untuk tidak lagi curi-curi waktu mengetahui tentangmu. Membiasakan diri dengan apapun yang tidak ada hubungannya lagi denganmu.

Tidak perlu risau. Jangan lagi menguntitku dari belakang. Silakan melangkah. Silakan memilih. Silakan berikan upaya-upaya yang dulu kau berikan padaku. Silakan rencakan tempat-tempat yang dulu sempat kita rencakan. Silakan berjanji untuk tidak saling menyakiti. Silakan tulis, dan buat ceritamu lebih berwarna lagi. Jangan ingat, jangan ragu lakukan. Jangan mempertimbangkan. Aku senang jika kau senang. Aku turut bahagia jika memang kau sudah menemukan bahagia. Silakan.

Cirebon, 9 Juni 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Datang

Perempuan Yang Akhirnya Berhasil Mengambil Hatiku

Detik-detik Kepergian Sekaligus Pembukaan Kembali