Postingan

Lanjut Bloging Atau Udahan

Gambar
Halo! Haha balik lagi ya? Mengingat  yang ini  adalah postingan terakhir yang saya publikasikan sebelum akhirnya jeda dengan waktu yang sangat panjang. Namun perlu kamu tahu, bahwa saya sebenarnya masih sering memeriksa, dan memperbaiki segala kondisi tampilan blog saya ini. Meski hanya sekadar mampir tanpa ada niat berbagi kabar. Toh siapa yang mau bertamu? Haha. Mantan blogger wap yang kini buildernya mati ya seperti ini. Berharap-harap bernostalgia melakukan aktifitas blogwalking seperti apa yang sering saya lakukan disana (dulu). Oke. Saya kembali. Bukan membahas mengenai isi hati, mengenai piknik yang telah saya lalui, atau tips yang tentu amatir saya bagi. Saya hanya akan berkabar disini, daripada judul artikel yang saya tulis. Lanjut Bloging, Atau Udahan Jawabannya adalah, saya akan tetap blogging. Haha, walau definisi dari blogging itu sendiri masih belum saya pahami. Atau lebih tepatnya, saya tidak memahami betul mengenai SEO Friendly, Keyword, atau perihal ya...

Kisah Untuk Selasa di Hari Senin

Gambar
27 Januari 2019, Palembang. Ampera. Salah satu ikon dikota bangsawan ini. Ketika gue menginjakan kaki dikota ini untuk yang pertama kalinya, adalah kalimat yang berbunyi, "bagaimana selanjutnya" menggambarkan kalo gue belum tau apa-apa. Gue kayaknya gausah sebutin apa pekerjaan gue selama hampir empat bulan di Palembang. Yang jelas, gue asli Sukabumi. Tanah gue lahir mengkodratkan gue untuk berbicara bahasa Sunda. Hari itu, gue bareng mereka. Bareng buat jalan keliling kota palembang. Banyak monumen yang sebenarnya harus gue posting disini. Tapi bakal terasa aneh aja kalo enggak sama penjelasannya gue tulis. Nah, disitulah letak malesnya gue buat nulis terlalu panjang. Padahal, otak gue seneng banget kalo harus nulis cerita, atau novel. Hari itu bukanlah hari pertama gue kunjungin jembatan Ampera. Gue udah sering kesitu selama disini, dan mungkin cuma tempat itu yang gue tau banyak orang jual sepatu, tas, sandal, atau pun baju. Ramai, walau sebenarnya gue lebih senen...

Ini Curahan Hati Seorang Pemimpin Rupanya

Gambar
Hoy hoy hoy! Gila. Apa kabar? Haha. Serius berasa aneh aja si. Gue nanyain kabar kesiapa? Pembaca? Mana ada di blog gue pembaca. Haha. Enggak. Oke, jadi beberapa bulan kebelakang entah kenapa gue ngerasa males banget buat update di blog. Atau sekedar nulis catatan keseharian yang gak penting sekalipun, gue gapernah peduli lagi soal naiknya rating. Hari ini adalah hari ke 28 gue berada di Kenten, kecamatan Sako, Palembang. Dan bulan ke 3 berada di pulau Sumatra ini, guys. Tulisan ini cuma sebagai catatan pribadi gue jika sewaktu-waktu gue udah gak lagi ditempat ini. Mungkin ketika gue baca nanti, ingatan gue langsung flashback. Haha. 24 Januari 2019, Palembang. dimana tempat gue kerja saat ini menunjuk sekaligus menetapkan gue sebagai pimpinan. Atau mungkin orang-orang pekerja mini market menyebutnya sebagai kepala toko. Gue bingung antara dua pilihan. Watak gue enggak bisa keras, tapi atasan meminta gue buat lakuin hal tersebut. Sementara rekan gue yang kerja disini, ada yang lebih tua...

Catatan Akhir Ramadhan

Gambar
sedang berfikir Huh! Sudah lama sekali blog ini tidak ku urus. Jika diibaratkan sebuah buku catatan, mungkin sudah usang dan berdebu. Tapi, aku lihat dasbor blog ini tidak luput dari pembaca setiap minggunya, meski terhitung hanya satu atau dua. Oh ya, sebelum aku tujukan ke totik poin utama, pertama-tama aku ucapkan Marhaban ya Ramadhan, selamat menjalankan ibadah puasa bagi teman-teman muslimku walau telat yang penting kan dapat kesan baik. muehehehe. Eh dan ini sudah mau hari raya idul fitri, tak lupa juga Minal aidzin walfaidzin ya. Hari ini adalah hari-hari akhir puasa. Jujur saja, bekerja sebagai pelayan di rumah makan itu banyak sekali godaannya. Jika ada yang memesan minuman apalagi. Huh! Alhamdulillah, aku sudah hampir satu tahun bekerja disini, dan ya, tak sering kali untuk berdebat dengan teman hanya satu masalah kecil. Ditempatku bekerja, kebetulan orang-orang yang tinggal di daerah ini bermayoritas khatolik. Jadi, ya wajar saja jika bulan Ramadhan pun tidak ada bedanya unt...

Penemuan Ponsel Yang Ternyata? Ini Kisah

Gambar
Jum'at, 27 Oktober 2017. Malam itu aku dan teman-temanku pergi nonton. Kami tidak berencana, tapi bos kami yang mengajak pergi. Memang, selalu ada kejutan-kejutan lain dari si bos. Malam itu, kami menonton pengabdi setan. Mungkin sudah terlambat bagi kami menonton itu, hingga kursi bioskop malam itu tidak padat sama sekali. Malah lebih banyak kursi kosong dari pada yang nonton. Pengabdi setan ini katanya sebuah reinkarnasi dari film sebelumnya yang berjudul sama. Pengabdi setan di tahun 1985 itu yang menurutku feel horrornya lebih dapet. Hanya mungkin, make up yang di gunakan di tahun lalu kurang ngena dibanding teknologi yang semakin berada di jaman sekarang. Yap. Tapi kali ini aku tidak akan membahas tentang film tersebut, melainkan akan menceritakan kejadian setelah aku dan teman-temanku selesai nonton. Bioskop itu tepat di lantai tiga sebuah mall di kawasan Jakarta utara. Jadi, ketika kami semua selesai menonton dan exit from room movie, tidak sengaja temanku yang bernama Uus m...

Satu Kisah Singkat

Gambar
Satu Kisah Singkat Sore menjelang matahari pulang, kamu akhiri semua kisah yang melibatkan satu hal "berjuang". Hari ini, dua tahun silam. Jujur saja, malam tadi lagi-lagi kau hadir dalam mimpi. Padahal, aku tidak sedang memikirkanmu. Kenapa? Satu proses lupa yang tinggal menunggu sepuluh persen lagi itu kini aku rasa harus kembali ke awal. Mengenangmu menyakitkan. Bukan, bukan akibat salahmu memutuskan undur diri. Tapi kenangan itu. Asal kamu tahu, setelahnya, pendirianku tetap teguh untuk tidak mencarimu dimanapun. Aku tidak sebegitu yakin kau ingin tahu kabarku saat ini. Hey! Aku baik-baik saja. Meski hanya sekedar berpura-pura. Aku masih ingat saat kita berdebat waktu untuk bertemu. Waktu itu, kau datang bersama seorang teman, dan aku datang membawa dua orang teman. Setelah kita saling bertatapan untuk pertama kalinya setelah satu tahun menjalin cinta, wajahmu tampak merah. Aku merangkulmu, dan kau menepisnya lembut menandakan kau masih malu-malu. Memang, itu terlihat dar...

Detik-detik Kepergian Sekaligus Pembukaan Kembali

Gambar
Diatas adalah foto detik-detik kepulanganku. Kalian tahu, pekerjaan itu sangat melelahkan! Bahkan saat kita pernah punya ingin untuk sejenak saja bermain. Keluar kostan, menyalakan mesin motor, jalan bersama, hingga nongkrong disuatu tempat yang kita harapkan dapat sedikit melupakan lelah, serta berbelitnya pikiran. Nyatanya? Nol 'kan? Itu, itu mengapa aku beri persentase enam puluh pada bahagia saat aku tak lagi sebagai pekerja. Dan empat puluhnya aku simpan sebagai rasa sesal yang teramat dalam. Bukan, bukan karena hilangnya akan suatu pekerjaan. Namun, hilangnya rasa bahagia akibat aku tak lagi bisa senda gurau bersama kalian. Inilah kehidupan. Yang sering orang ucapkan, atau sekedar sebuah tulisan tentang setiap pertemuan, selalu ada perpisahan itu adalah benar-benar yang aku rasakan saat ini. Mungkin bukan sekali, ini yang kedua setelah perginya sang ibunda. Hmmmmmmh Saat ini kembali bisa aku selesaikan metode pelatihan mengenal beberapa bahasa program yang sempat kujeda. Kem...