Postingan

Saat Aku Pulang

Gambar
Saat aku pulang. Ada perasaan aman sesampainya kaki di ambang pintu rumah. Ada pikiran yang mulai tenang sesampainya badan ini masuk ke dalam. Aku berdiri menghadap pintu rumah. Ragu untuk masuk. Aku menunduk, tepatnya menatap kaki ku. Crekk!! Tiba-tiba pintu terbuka. Ibu yang membukanya di sana. “Ya Allah. Itu kakinya kotor. Jangan langsung ke kamar. Pergi mandi sana!” kata Ibu dengan intonasi yang sedikit kesal. Aku berjinjit kaki melangkah lompat-lompat kecil sambil nyengir kuda. Masuk rumah, lalu pergi ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi tanpa ruang yang tertutup rapat, sayup-sayup terdengar Ibu masih mengomel sendirian di ruang tengah.  “Kebiasaan ya. Kamu kalo main tuh bisa gak sih gausah pake kotor-kotor! Punya dua anak cowok susah banget di atur. Si Angga juga kemana belum pulang? Udah jam lima masih aja keluyuran,” begitu katanya. Aku termenung. Lebih tepatnya terdiam. Antara takut, atau sedang berpikir dalam-dalam. Kasihan Ibu. Pasti sangat kecapean harus mencuci bajuku ...

Aku vs Aku: Tulisan Pertama di 2021

Gambar
November 2019. Akhirnya aku di terima bekerja di salah satu perusahan besar di kabupaten Bekasi. Waktu pun akhirnya habis. Perlahan, sedikit demi sedikit aku mengikis duniaku. Bukan lagi untuk main-main. Usiaku tak lagi muda. Bukan lagi waktunya untuk berleha-leha. Bukan lagi masa tenang. Semua telah terabai. Entah aku sibuk apa sekarang sebenarnya. Aku tidak pernah bisa konsisten. Layak tidak teguh pendirian. Satu sisi aku selalu ingin melakukan sesuatu yang menurutku itu bagus. Di sisi lainnya aku malas. Lalu, sebenarnya kenapa aku di sini. Dan kenapa aku menulis lagi? Sudah kah menemukan waktu? Atau ada sesuatu? Entah ... Dan, entah? Satu tahun lebih aku menjadi seorang karyawan. Dunia kerja yang semenjak aku lulus di bangku sekolah idam-idamkan rutinitasnya. Dan berpikir akan membantu perekonomian keluarga. Ayahku, ibuku. Mereka bukan dari turunan orang berada. Sebab itu aku ingin bekerja? Membantu orang tua? Omong kosong. Itu hanya harapan. Fakta yang aku jalankan tidak semudah it...

Batas - Aku Bukan Yang Terbaik

Gambar
Batas Ditulis oleh: Rizky Imanul Pada dasarnya, jatuh cinta adalah sebuah anugerah yang paling indah. Hakikatnya, dicintai adalah rasa yang paling menyenangkan sepanjang sejarah. Namun mencintai tanpa adanya balasan, rasanya ... Seperti musibah, ya? Riuh angin pantai menyibak rambut yang hampir menutup seluruh wajahku. Duduk sendirian menyaksikan camar menari di tepian ombak ujung pandang sana. Empat tahun lalu, adalah sekarang. Entah mengapa tiba-tiba aku mengingatnya. Dan mengingatnya membuat bibirku tersungging tipis. Betapa memalukannya kisah itu. Dan mengapa harus memilukan? Aku tidak ingin menceritakan kisah ini. Bukan berarti aku benci untuk menceritakannya. Bukan juga takut mengembalikan pahit sekaligus sakit di dalamnya. Namun, segala sesuatu yang ingin aku mulai, rasanya begitu hambar jika tidak tahu titik awal. April di 2013 lalu, perempuan itu aku kenal hanya melalui media sosial. Mengajaknya berchating melalui aplikasi tukar pesan. Sesingkatnya kisah ini, satu ...

Lanjut Bloging Atau Udahan

Gambar
Halo! Haha balik lagi ya? Mengingat  yang ini  adalah postingan terakhir yang saya publikasikan sebelum akhirnya jeda dengan waktu yang sangat panjang. Namun perlu kamu tahu, bahwa saya sebenarnya masih sering memeriksa, dan memperbaiki segala kondisi tampilan blog saya ini. Meski hanya sekadar mampir tanpa ada niat berbagi kabar. Toh siapa yang mau bertamu? Haha. Mantan blogger wap yang kini buildernya mati ya seperti ini. Berharap-harap bernostalgia melakukan aktifitas blogwalking seperti apa yang sering saya lakukan disana (dulu). Oke. Saya kembali. Bukan membahas mengenai isi hati, mengenai piknik yang telah saya lalui, atau tips yang tentu amatir saya bagi. Saya hanya akan berkabar disini, daripada judul artikel yang saya tulis. Lanjut Bloging, Atau Udahan Jawabannya adalah, saya akan tetap blogging. Haha, walau definisi dari blogging itu sendiri masih belum saya pahami. Atau lebih tepatnya, saya tidak memahami betul mengenai SEO Friendly, Keyword, atau perihal ya...

Kisah Untuk Selasa di Hari Senin

Gambar
27 Januari 2019, Palembang. Ampera. Salah satu ikon dikota bangsawan ini. Ketika gue menginjakan kaki dikota ini untuk yang pertama kalinya, adalah kalimat yang berbunyi, "bagaimana selanjutnya" menggambarkan kalo gue belum tau apa-apa. Gue kayaknya gausah sebutin apa pekerjaan gue selama hampir empat bulan di Palembang. Yang jelas, gue asli Sukabumi. Tanah gue lahir mengkodratkan gue untuk berbicara bahasa Sunda. Hari itu, gue bareng mereka. Bareng buat jalan keliling kota palembang. Banyak monumen yang sebenarnya harus gue posting disini. Tapi bakal terasa aneh aja kalo enggak sama penjelasannya gue tulis. Nah, disitulah letak malesnya gue buat nulis terlalu panjang. Padahal, otak gue seneng banget kalo harus nulis cerita, atau novel. Hari itu bukanlah hari pertama gue kunjungin jembatan Ampera. Gue udah sering kesitu selama disini, dan mungkin cuma tempat itu yang gue tau banyak orang jual sepatu, tas, sandal, atau pun baju. Ramai, walau sebenarnya gue lebih senen...

Ini Curahan Hati Seorang Pemimpin Rupanya

Gambar
Hoy hoy hoy! Gila. Apa kabar? Haha. Serius berasa aneh aja si. Gue nanyain kabar kesiapa? Pembaca? Mana ada di blog gue pembaca. Haha. Enggak. Oke, jadi beberapa bulan kebelakang entah kenapa gue ngerasa males banget buat update di blog. Atau sekedar nulis catatan keseharian yang gak penting sekalipun, gue gapernah peduli lagi soal naiknya rating. Hari ini adalah hari ke 28 gue berada di Kenten, kecamatan Sako, Palembang. Dan bulan ke 3 berada di pulau Sumatra ini, guys. Tulisan ini cuma sebagai catatan pribadi gue jika sewaktu-waktu gue udah gak lagi ditempat ini. Mungkin ketika gue baca nanti, ingatan gue langsung flashback. Haha. 24 Januari 2019, Palembang. dimana tempat gue kerja saat ini menunjuk sekaligus menetapkan gue sebagai pimpinan. Atau mungkin orang-orang pekerja mini market menyebutnya sebagai kepala toko. Gue bingung antara dua pilihan. Watak gue enggak bisa keras, tapi atasan meminta gue buat lakuin hal tersebut. Sementara rekan gue yang kerja disini, ada yang lebih tua...

Catatan Akhir Ramadhan

Gambar
sedang berfikir Huh! Sudah lama sekali blog ini tidak ku urus. Jika diibaratkan sebuah buku catatan, mungkin sudah usang dan berdebu. Tapi, aku lihat dasbor blog ini tidak luput dari pembaca setiap minggunya, meski terhitung hanya satu atau dua. Oh ya, sebelum aku tujukan ke totik poin utama, pertama-tama aku ucapkan Marhaban ya Ramadhan, selamat menjalankan ibadah puasa bagi teman-teman muslimku walau telat yang penting kan dapat kesan baik. muehehehe. Eh dan ini sudah mau hari raya idul fitri, tak lupa juga Minal aidzin walfaidzin ya. Hari ini adalah hari-hari akhir puasa. Jujur saja, bekerja sebagai pelayan di rumah makan itu banyak sekali godaannya. Jika ada yang memesan minuman apalagi. Huh! Alhamdulillah, aku sudah hampir satu tahun bekerja disini, dan ya, tak sering kali untuk berdebat dengan teman hanya satu masalah kecil. Ditempatku bekerja, kebetulan orang-orang yang tinggal di daerah ini bermayoritas khatolik. Jadi, ya wajar saja jika bulan Ramadhan pun tidak ada bedanya unt...