Postingan

Perempuan Yang Akhirnya Berhasil Mengambil Hatiku

Gambar
Pada akhirnya setelah 6 tahun. Juga setelah berbulan-bulan aku mengagumi sosok perempuan lain, dia hadir. Menunjukan kagum padaku, dia stalking hampir di semua akun media sosialku. Dia mengabarkan padaku bahwa dia sangat-sangat terkesan. Aku, belum ada perasaan apapun padanya. Hanya berucap terima kasih (dalam hati). Tetap saja, hatiku masih ada dia. Perempuan yang bulan April lalu aku kenal lewat sosial media. Ini temanya masih tetap perkenalan via sosial media ya? Entah lah, selalu saja. Namun tidak buruk untukku pribadi. Dengan tetap di dasari komunikasi yang sangat baik, lambat laun aku mulai mengenalnya sedikit demi sedikit. RH Si manis yang menggemaskan ternyata. Jika aku tidak lupa, mungkin pada tanggal 20 November 2021 awal kami saling menyapa. Awalnya dia memberikan banyak sekali like pada kicauan status di wall akun sosial mediaku. Aku coba membalas, tapi begitu aku periksa wall akunnya, sedikit sekali dia mengunggah foto, atau sekadar kicauan biasa. Dari sana aku putus...

Perempuan Yang Membuatku Jatuh

Gambar
Pada akhirnya, dia perempuan yang membuatku kembali melihat warna-warna cinta. Rasa itu datang tiba-tiba. Entahlah, 2016 lalu setelah kepergian seseorang yang teramat berarti untukku, aku sangat-sangat hancur. Perih, pahit, sakit. Tidak dapat aku gambarkan secara jelas, bagaimana rasanya. Mungkin hanya kamu yang pernah merasakannya saja yang akan mengerti. Setelah kejadian itu, enam bulan lamanya aku selalu mengurung diri dalam kamar. Semua temanku nampak jelas melihat perubahan. Dan enam bulan sisanya, akhirnya aku mau di ajak keluar. Ya, berkat mereka. Teman-teman masa kecilku. Betul, satu tahun lamanya aku baru bisa sembuh dari sakit itu. Aku berjanji pada diri sendiri, tidak akan lagi memerankan satu karakter dalam kisah itu. Namun kini, saat ini, dia datang. LH Inisial namanya. 5 April lalu aku mengenalnya di sebuah aplikasi media sosial. Awal yang tidak ada sama sekali niat untuk ingin mengenalnya. Namun sebagai rasa hormat perkenalan dalam sebuah aplikasi itu, aku mengirimkannya...

Saat Aku Pulang

Gambar
Saat aku pulang. Ada perasaan aman sesampainya kaki di ambang pintu rumah. Ada pikiran yang mulai tenang sesampainya badan ini masuk ke dalam. Aku berdiri menghadap pintu rumah. Ragu untuk masuk. Aku menunduk, tepatnya menatap kaki ku. Crekk!! Tiba-tiba pintu terbuka. Ibu yang membukanya di sana. “Ya Allah. Itu kakinya kotor. Jangan langsung ke kamar. Pergi mandi sana!” kata Ibu dengan intonasi yang sedikit kesal. Aku berjinjit kaki melangkah lompat-lompat kecil sambil nyengir kuda. Masuk rumah, lalu pergi ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi tanpa ruang yang tertutup rapat, sayup-sayup terdengar Ibu masih mengomel sendirian di ruang tengah.  “Kebiasaan ya. Kamu kalo main tuh bisa gak sih gausah pake kotor-kotor! Punya dua anak cowok susah banget di atur. Si Angga juga kemana belum pulang? Udah jam lima masih aja keluyuran,” begitu katanya. Aku termenung. Lebih tepatnya terdiam. Antara takut, atau sedang berpikir dalam-dalam. Kasihan Ibu. Pasti sangat kecapean harus mencuci bajuku ...

Aku vs Aku: Tulisan Pertama di 2021

Gambar
November 2019. Akhirnya aku di terima bekerja di salah satu perusahan besar di kabupaten Bekasi. Waktu pun akhirnya habis. Perlahan, sedikit demi sedikit aku mengikis duniaku. Bukan lagi untuk main-main. Usiaku tak lagi muda. Bukan lagi waktunya untuk berleha-leha. Bukan lagi masa tenang. Semua telah terabai. Entah aku sibuk apa sekarang sebenarnya. Aku tidak pernah bisa konsisten. Layak tidak teguh pendirian. Satu sisi aku selalu ingin melakukan sesuatu yang menurutku itu bagus. Di sisi lainnya aku malas. Lalu, sebenarnya kenapa aku di sini. Dan kenapa aku menulis lagi? Sudah kah menemukan waktu? Atau ada sesuatu? Entah ... Dan, entah? Satu tahun lebih aku menjadi seorang karyawan. Dunia kerja yang semenjak aku lulus di bangku sekolah idam-idamkan rutinitasnya. Dan berpikir akan membantu perekonomian keluarga. Ayahku, ibuku. Mereka bukan dari turunan orang berada. Sebab itu aku ingin bekerja? Membantu orang tua? Omong kosong. Itu hanya harapan. Fakta yang aku jalankan tidak semudah it...

Batas - Aku Bukan Yang Terbaik

Gambar
Batas Ditulis oleh: Rizky Imanul Pada dasarnya, jatuh cinta adalah sebuah anugerah yang paling indah. Hakikatnya, dicintai adalah rasa yang paling menyenangkan sepanjang sejarah. Namun mencintai tanpa adanya balasan, rasanya ... Seperti musibah, ya? Riuh angin pantai menyibak rambut yang hampir menutup seluruh wajahku. Duduk sendirian menyaksikan camar menari di tepian ombak ujung pandang sana. Empat tahun lalu, adalah sekarang. Entah mengapa tiba-tiba aku mengingatnya. Dan mengingatnya membuat bibirku tersungging tipis. Betapa memalukannya kisah itu. Dan mengapa harus memilukan? Aku tidak ingin menceritakan kisah ini. Bukan berarti aku benci untuk menceritakannya. Bukan juga takut mengembalikan pahit sekaligus sakit di dalamnya. Namun, segala sesuatu yang ingin aku mulai, rasanya begitu hambar jika tidak tahu titik awal. April di 2013 lalu, perempuan itu aku kenal hanya melalui media sosial. Mengajaknya berchating melalui aplikasi tukar pesan. Sesingkatnya kisah ini, satu ...

Lanjut Bloging Atau Udahan

Gambar
Halo! Haha balik lagi ya? Mengingat  yang ini  adalah postingan terakhir yang saya publikasikan sebelum akhirnya jeda dengan waktu yang sangat panjang. Namun perlu kamu tahu, bahwa saya sebenarnya masih sering memeriksa, dan memperbaiki segala kondisi tampilan blog saya ini. Meski hanya sekadar mampir tanpa ada niat berbagi kabar. Toh siapa yang mau bertamu? Haha. Mantan blogger wap yang kini buildernya mati ya seperti ini. Berharap-harap bernostalgia melakukan aktifitas blogwalking seperti apa yang sering saya lakukan disana (dulu). Oke. Saya kembali. Bukan membahas mengenai isi hati, mengenai piknik yang telah saya lalui, atau tips yang tentu amatir saya bagi. Saya hanya akan berkabar disini, daripada judul artikel yang saya tulis. Lanjut Bloging, Atau Udahan Jawabannya adalah, saya akan tetap blogging. Haha, walau definisi dari blogging itu sendiri masih belum saya pahami. Atau lebih tepatnya, saya tidak memahami betul mengenai SEO Friendly, Keyword, atau perihal ya...

Kisah Untuk Selasa di Hari Senin

Gambar
27 Januari 2019, Palembang. Ampera. Salah satu ikon dikota bangsawan ini. Ketika gue menginjakan kaki dikota ini untuk yang pertama kalinya, adalah kalimat yang berbunyi, "bagaimana selanjutnya" menggambarkan kalo gue belum tau apa-apa. Gue kayaknya gausah sebutin apa pekerjaan gue selama hampir empat bulan di Palembang. Yang jelas, gue asli Sukabumi. Tanah gue lahir mengkodratkan gue untuk berbicara bahasa Sunda. Hari itu, gue bareng mereka. Bareng buat jalan keliling kota palembang. Banyak monumen yang sebenarnya harus gue posting disini. Tapi bakal terasa aneh aja kalo enggak sama penjelasannya gue tulis. Nah, disitulah letak malesnya gue buat nulis terlalu panjang. Padahal, otak gue seneng banget kalo harus nulis cerita, atau novel. Hari itu bukanlah hari pertama gue kunjungin jembatan Ampera. Gue udah sering kesitu selama disini, dan mungkin cuma tempat itu yang gue tau banyak orang jual sepatu, tas, sandal, atau pun baju. Ramai, walau sebenarnya gue lebih senen...