Postingan

Kamu Tahu?

Gambar
Kamu tahu? Aku selalu bertanya tentang bulan November. Entah mengapa November selalu memberi kejutan. Di tahun sebelumnya, November juga memberiku kejutan. Kadang aku berpikir panjang tentang November, dan aku. Ada kesepakatan apa sebelumnya sampai-sampai cerita yang sama terjadi di bulan November? Kamu tahu? November sebelumnya aku di pertemukan dengan seorang perempuan yang begitu kagum padaku. Layaknya kamu sekarang. Bukan begitu? Ya, November sebelum November denganmu, ada November yang mengingatkan kejadian November denganmu. Kamu tahu? Dia juga sama sepertimu. Dia selalu menguntit semua akun media sosialku di manapun, di semuanya. Terkecuali mungkin Twitter, dia tidak terlalu paham dengan sosial media yang satu itu. Sedangkan kamu, ya kamu pun baru membuatnya akhir tahun kemarin, kan? Aku, dan November, seperti dejavu. Kisah denganmu hampir sama dengan kisah yang aku tulis di November sebelumnya. Cerita kecil, tertawa bersama, foto bersama, main ketempat yang ramai orang bicaraka...

Ingatan di Empat Tahun Silam

Gambar
Ingatanku mengulang di empat tahun silam, saat aku menginjakkan kaki di kota besar pulau Sumatera. Aku tidak kenal siapa-siapa, dan dengan keadaan hati yang baru saja patah. Aku tidak punya apa-apa, sementara keinginan memenuhi isi kepala. Lambat laun aku melangkah. Jatuh bangun mencapai titik yang ingin aku capai. Berdarah-darah melawan rintangan di setiap bagian yang selesai. Saat ini, aku berada di kota kecil pesisir utara. Semua peristiwa hampir sama. Terkhusus peristiwa yang baru saja tercipta. Ditengah orang-orang sibuk dengan acara-acara, aku, bersama rekan-rekan kerja pergi liburan. Tempat wisata sederhana yang cukup ramai di kunjungi orang. Itu yang kami pilih. Terlalu banyak yang ingin aku sampaikan di sini. Sayangnya masih tidak mampu untuk aku ceritakan semua. Sebagian hanya aku simpan dalam ingatan. Sesederhana itu dengan mereka. Akhirnya aku bisa lupa. Terlebih dengan peristiwa lucu sebelum pemberangkatan tadi siang. Pemberangkatan di mulai jam satu siang. Tiga puluh meni...

Silakan

Gambar
Silakan pergi jika memang kau merasa lebih baik tanpa aku di hidupmu. Silakan pergi jika itu membuatmu lebih tenang dari pada tuntutan yang kau inginkan tidak pernah sama sekali bisa aku sempurnakan. Silakan pergi dengan tujuan baru. Rencana baru, angan-angan baru. Janji-janji itu? Maaf jika sejauh kita menulis cerita bersama, aku tidak pernah bisa selalu ada. Terkadang rindumu menggebu, dan aku abai dari hal itu. Silakan cari, dan temukan sosok yang menurutmu terbaik dari hal apapun. Dari tentang cara mengingatkanmu untuk memperhatikan pola makan. Dari tentang cara mengingatkanmu agar jangan tidur larut malam. Dari yang selalu ada setiap kau butuhkan. Dari yang tidak pernah membentakmu. Dari yang tidak ingin membuatmu terluka. Dari segala bentuk apapun yang kau anggap sempurna. Maaf jika dulu aku tidak nampak seperti itu. Walau sebenarnya aku telah bertarung hebat dengan upaya-upaya di dalamnya. Maaf sudah membuatmu patah. Maaf membuatmu kecewa. Maaf sudah membuat luka. Maaf telah mem...

Gulita Di Pesisir Utara

Gambar
Kota kecil ini mengingatkanku lima, atau mungkin enam tahun ke belakang. Ketika itu aku terpaksa harus pergi menuju ujung pulau jawa dibagian timur. Orang-orang di sana terkejut bukan main, “Wah, uedan nemen yo! Iku dari ujung ke ujung, tok.” Dan aku tanggapi dengan tersenyum lebar kala itu. Berpikir matang-matang tentang malam ini. Berpikir dalam-dalam tentang malam sebelumnya. Dari cerita-cerita panjang yang selesai aku lalui, pahit, manis, asam, dan asinnya mungkin sudah tercampur aku lahap nikmat-nikmat. Aku kembali ke titik ini. Titik dimana semuanya berawal. Kendaraan motor matik yang ku miliki dulu, dua ponsel kelas flagship menengah ke bawah yang aku punya, dan semuanya. Aku tidak ingin mengingatnya. Remang-remang lampu jalanan, sunyi dari bisingnya kendaraan, angin malam, aku duduk sendirian. Duduk menerawang, “Mau jadi apa aku sekarang?” Habis rokok satu batang, kembali menerawang. Memeluk kedua lutut memandang pada sesuatu yang tidak wajar. Orang-orang yang lewat mungkin men...

Lekas Baik Diri

Gambar
Akhir-akhir ini aku lebih sering melamun sendirian. Entah itu di kamar, di kerjaan, di luar ruangan, di mana-mana. Kadang kepala produksi menegurku atas hal kecil yang membuat pekerjaanku berantakan. Kebiasaan.  Berat badanku turun lagi. Aku tidak ingin terus-terusan terpuruk karena ini. Namun apa dayaku yang terus teringat kabar-kabar baik di tiap pagi yang hilang kini. Terus terusan teringat beberapa peristiwa menyenangkan bersamanya lagi. Kini, itu hanya sebatas kenangan yang membekas di kepala. Melukai hati, sampai pikiran yang tak nyaman memikirkan apapun. Aku bahkan tau jelas, beberapa orang ada yang menguntit kisahku dengannya dulu. Sampai-sampai tau jika aku sudah mengakhiri hubungan itu, pesan-pesan baik dikirimkan dari berbagai arah. Tapi aku tidak minat, atau mungkin belum minat. Jika sudah selesai kerja, seringkali aku hanya berdiam diri di luar kost. Memainkan gitar dengan entah apa lagu yang aku nyanyikan. Kemudian menyalakan kembali sebatang rokok, terus seperti itu ...

Bertahan Melawan Sakit, Dipaksa Kuat Menelan Pahit

Gambar
Ada banyak peristiwa yang masih saja melintas di pikiranku untuk aku ingin bagi denganmu. Ya memang, terkadang aku pelupa bahwa kita sudah tidak lagi saling berbagi kabar. Wajar, ini baru beberapa minggu. Seringkali aku merenung setelah sadar bahwa kau telah pergi. Terkadang aku ingin meronta, duduk sendirian menjambak rambutku kuat-kuat. Terkadang aku ingin menangis, menghisap rokok dalam-dalam seperti ingin membuat paru-paru berhenti berproses. Aku masih memikirkanmu, aku masih belum bisa melupakanmu, tapi bagaimana? Aku sudah tidak bisa mengabarimu. Kau menutup semua jalur komunikasi kita di manapun. Aku tau ini cara terbaik kamu membantuku untuk bisa segera melupakanmu. Aku mengerti ini adalah caramu agar aku tidak mengetahui tentang apa-apa yang terjadi padamu. Yang salah mungkin aku, aku terlalu payah. Dan aku benci memiliki karakter yang terlalu bersimpati pada orang-orang. Benci memiliki karakter yang terlalu lemah menghadapi perasaan. Tapi ini aku. Dan ini yang terjadi padaku....

Diantara Kenangan Yang Melekat Hebat

Gambar
Tepat satu minggu, hari ini adalah hari di mana dia berkata jujur tentang perasaan yang tiba-tiba hilang. Padaku, pada diri ini yang telah manaruh harap lebih. Seringkali aku bertanya tentang kenapa tiba-tiba dia semudah itu beralih rasa? Alasannya hanya setengah membuat aku percaya, setengahnya aku kecewa. Kecewa bukan sebuah kemungkinan dia memiliki perasaan lain pada sosok yang baru, namun kecewa pada besarnya harapan yang pernah ia beri padaku. Harapan itu, kini hanya menggulung di pikiranku, sambil tetap terus bertanya-tanya tentang kenapa, dan apa yang membuatku salah? Semakin tidak percaya saja rasanya. Jujur saja kenangan tentang bagaimana dia merapikan rambut, bersandar, dan memeluk. Tawa yang berisik, lagu Threesixty favorit, hela nafas saat kesal, cincin yang terbuat dari rajutan benang hitam, jam tangan karet, serta dua jaket hangat yang dia kirim melalui paket, semuanya membuatku semakin bertanya-tanya. Ada yang membuatku semakin tidak percaya, rasa apa yang dia berikan sa...